Posyandu PAUD, Wahana Membentuk Generasi Sehat, Lincah dan Cerdas

Setiap orang tua tentunya mendambakan buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan baik. Anak (terutama yang berusia 0 – 5 tahun) yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik akan akan menentukan kualitas generasi pada masa mendatang. Para pakar tumbuh kembang anak mengatakan bahwa periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak sebagai “masa keemasan (golden period) atau jendela kesempatan (window opportunity) atau masa kritis (critical period)”. Bisa disebut demikian karena pada rentang usia tersebut, anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan otak yang paling pesat. Periode waktu tersebut merupakan masa yang sangat peka bagi otak anak dalam menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Pada rentang usia tersebut juga otak balita bersifat lebih plastis dibandingkan dengan otak orang dewasa. Maksudnya anak balita sangat terbuka dalam menerima berbagai macam pembelajaran dan pengkayaan baik yang bersifat positif maupun negatif. Sisi lain dari fenomena ini yang perlu mendapat perhatian adalah otak balita lebih peka terhadap asupan yang kurang mendukung pertumbuhan otaknya seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurang stimulasi dan kurang mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Oleh karena itu kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberi masukan dan nilai-nilai yang positif, menghindari masukan yang bersifat negatif dan sedapat mungkin memberikan asupan gizi yang adekuat, memberikan stimulasi yang baik dan benar, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi anak. Mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang ‘relatif pendek’ dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak, maka para orang tua, pengasuh dan pendidik harus memanfaatkan periode yang ‘singkat’ ini untuk membentuk anak menjadi bagian dari generasi penerus yang tangguh dan berkualitas.

BGGambar 1. Beragam aktivitas pada kegiatan Posyandu dan Pos Anak Sehat

Biro Kesehatan LPMAK dan Yayasan Pembangunan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) sangat concern terhadap hal tersebut. Melalui Program Mimika Sehat kedua lembaga tersebut bekerjasama untuk memberikan perhatian lebih terhadap tumbuh kembang balita. Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan Pos Anak Sehat (PAS) yang telah dilakukan sejak tahun 2009. Melalui kegiatan tersebut anak-anak balita dipantau pertumbuhannya, mendapat makanan tambahan, vitamin A dan obat cacing. Dengan demikian anak-anak yang mengalami malnutrisi memperoleh perbaikan gizi. Dan yang paling penting pada kegiatan PAS adalah orang tua atau pengasuh balita mendapatkan pendidikan kesehatan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal dalam pengasuhan dan perawatan anak sehari-hari di rumah. Mengenai pelayanan kesehatan (seperti imunisasi misalnya), Biro Kesehatan LPMAK dan YPCII mendorong Puskesmas setempat untuk memberikan pelayanan.
Untuk meningkatkan jenis pelayanan di posyandu, maka kegiatan dalam Pos Anak Sehat ditambah dengan kegiatan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak. Hal ini perlu dilakukan karena besarnya manfaat yang dapat diperoleh darinya. Ada beberapa alasan yang menjadi dasar bahwa tumbuh kembang anak sangat penting untuk diperhatikan, yaitu:
• Kualitas generasi penerus banyak ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak, terutama anak berusia 0 – 5 tahun,
• Sesuai dengan hak anak maka keluarga harus mengupayakan agar anaknya tumbuh kembang optimal,
• Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi (ditemukan) sejak dini, terutama sebelum anak berumur 3 tahun supaya dapat segera di intervensi (diperbaiki),
• Bila deteksi terlambat, maka penanganan terlambat sehingga penyimpangan sukar diperbaiki.

Memang benar, anak memiliki potensi untuk berkembang yang ia bawa sejak dari lahir. Namun perlu diingat bahwa setiap anak membutuhkan bantuan dari orang tua/pengasuhnya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut. Kegiatan stimulasi dini sangat penting bagi setiap anak untuk mencapai perkembangan fisik dan kecerdasan yang optimal.
Guna mewujudkan upaya tersebut, Biro Kesehatan LPMAK bersama dengan YPCII baru saja menyelenggarakan Pelatihan Posyandu Tumbuh Kembang Anak/Posyandu PAUD (Pengembangan Anak Usia Dini). Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Serayu tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang hak-hak anak dan jenis perlakuan salah terhadap anak, menambah wawasan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan bekal kemampuan/ketrampilan kepada peserta dalam melakukan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak serta kemampuan dalam memfasilitasi kegiatan bersama orangtua/pengasuh balita dan anak balita di Posyandu. Pelatihan yang diselenggarakan selama 4 hari (28 – 31 Maret 2011) ini melibatkan sejumlah peserta dari Puskesmas Ayuka, SD YPPK St. Agustinus Manasari, Seksi PAUD Bidang PNFI Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Mimika, Himpunan PAUD Indonesia (HIMPAUDI Timika), PKK Distrik Tembaga Pura, Biro Pendidikan LPMAK, Biro Kesehatan LPMAK dan tentu saja YPCII.

BG2

Gambar 2.  Pelatihan Posyandu Tumbuh Kembang Anak

Pelatihan difasilitasi oleh Ibu dr. Agustini E. Raintung dan Ibu Otriramayani Dwiputri dengan sangat menarik karena mengkombinasikan berbagai macam metode.  Seluruh peserta terlibat dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan, termasuk Ibu Ima Septimayani, SP (Ketua Tim Penggerak PKK Distrik Tembaga Pura), Ibu Mince Ohee (Ketua HIMPAUDI Timika) dan Bapak Lukas Berkat (Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Mimika).  Ini terbukti dari komentar-komentar yang muncul dari para peserta saat melakukan curah pendapat maupun refleksi dari suatu kegiatan.  “Wah saya baru tahu kalau anak saya belum bisa memanjat tangga.” tutur Ibu Hudaya (staf PKM Ayuka) usai melakukan praktek deteksi dini menggunakan KPSP Anak (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Anak) dan KPKPA (Kartu Penilaian Kemajuan Perkembangan Anak).  Usai melakukan praktek stimulasi perkembangan anak Ibu Yeane Liza B. (Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) berkomentar “Ternyata kita bisa membuat sendiri mainan untuk menstimulasi anak kita, jadi tidak harus beli mahal-mahal.”

Kegiatan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak diujicoba di beberapa wilayah Program Mimika Sehat.  Di cluster Manasari, kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi tentang Posyandu PAUD kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua dan pengasuh balita di gereja.  Selanjutnya, ujicoba stimulasi pertama dilakukan pada anak-anak balita usia 25 – 59 bulan dari Dusun 3 Kampung Fanamo.  Meskipun masih ada anak yang menangis dan pasif dalam kegiatan stimulasi, namun secara umum anak terlihat gembira.  Dengan dibimbing oleh field facilitator setempat dan juga oleh Ibu Flaviana V. Sea dan Ibu Aria Mewe (Guru SD YPPK St. Agustinus Manasari) anak-anak bermain, bernyanyi dan bertepuk tangan dengan riang gembira. (PWA/Oct 11)

Menu Title